|
CHEVRON - CONOCOPHILLIPS SEPAKATI PERJANJIAN JUAL BELI GAS |
|
Chevron Pacific Indonesia danConocoPhillips sepakat mengubah kontrak pertukaran gas menjadi perjanjian jualbeli gas dan perjanjian tersebut ditandatangani pada Senin (31/5) di Gedung Ratu Prabu 2, Jakarta. R.Priyono, Kepala Badan Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi(BPMIGAS) mengatakan bahwa kesepakatan ini menjadi prestasi tersendiri mengingat prosesnyacukup alot sehingga membutuhkan waktu lebih dari tiga tahun. Dari produksiminyak Chevron di Blok Rokan yang saat ini sebesar 370 ribu barel per hari,sekitar 50 ribu barel selama ini dicatat sebagai own use, tidak diperhitungkansebagai lifting. Chevron memberikan minyak mentah itu ke ConocoPhillips.Sebaliknya, ConocoPhillips memberikan produksi gas ke Chevron yang digunakanuntuk meningkatkan produksi minyaknya lebih besar. Dengan kesepakatan itu, mulai 1 Agustus 2010,produksi 50 ribu barel tersebut dapat dicatat sebagai tambahan lifting. Pemerintah diperkirakanakan mendapatkan tambahan penerimaan negara berupa kenaikan kewajiban pasok kedalam negeri (DMO) sampai dengan US$ 74 juta (sekitar Rp 700 miliar) setiaptahun, tergantung harga minyak Duri. Selanjutnya Priyono menambahkan, kesepakatan itu juga akan menjaminpasokan gas jangka panjang yang kritikal untuk mendukung operasi Chevron yanghingga saat ini sebagai penyumbang terbesar produksi minyak nasional. Selainperjanjian Amended and Restated Gas Sales Exchanged Agreement (ARGSEA) danAmended and Restated Petroleum Transfer Exchanged Agreement (ARPTEA) denganChevron, ConocoPhillips juga menyepakati perjanjian pemenuhan gas untukmendukung perindustrian di wilayah Sumatera Bagian Tengah dan satu perjanjianmendukung peningkatan produksi elpiji (liquefied petroleum gas/LPG) di SumateraSelatan. Ditandatangani pula tiga perjanjian yang mendukungperjanjian-perjanjian jual beli gas tersebut. Total seluruh kontrak tersebut mencapai US$ 11,4 miliar dan lima kontrak tersebut akan memberikantambahan volume penjualan gas untuk ConocoPhillips sebesar 514 trillion britishthermal unit (TBTU) mulai tahun 2012. Source : BPMIGAS |
|
|
Penandatanganan Delapan Kotrak Penjualan Gas Domestik Senilai Rp. 8,5 Triliun |
|
JAKARTA. Selasa (18/5), delapan kontrak penjualan gas ditandatanganidan tiga penandatanganan kontrak disaksikan secara langsung Wakil Presiden RIdan Menteri ESDM.
Menurut Agus Suryono (Kepala Divisi Humas, Sekuriti, dan Formalitas, BadanPelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS), total nilaipenjualan gas yang terkontrak tersebut mencapai US$ 908,7 juta atau sekitar Rp8,5 Triliun dan seluruh volume gas yang terkontrak sebesar 177.573 miliarbritish thermal unit (BBTU) tersebut akan digunakan untuk meningkatkanpemanfaatan gas bagi kebutuhan domestik, antara lain untuk industri, listrik,dan peningkatan produksi minyak.
|
|
Read more...
|
|
Pemerintah Tawarkan 24 Wilayah Kerja Migas Baru |
|
JAKARTA. Bersamaan denganacara Penandatanganan Kontrak Kerjasama WK Migas dan Gas Metana Batubara Tahun2009, Senin (30/11) pemerintah menawarkan 24 Wilayah Kerja Migas baru untukpenawaran tahap II Tahun 2009 melalui mekanisme lelang reguler dan penawaranlangsung hasil joint study. |
|
Read more...
|
|
|
14 Kontrak Blok MIGAS dan CBM ditandatangani |
|
JAKARTA - Pemerintah melalui Badan Pelaksana Hulu Minyak dan Gas Bumi (BPMIGAS) menandatangani 14 kontrak kerja sama (KKS) wilayah kerja minyak dan gas bumi (migas) serta gas metana batubara (coal bed methane/CBM) di Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Jakarta, Senin (30/11).
|
|
Read more...
|
|
Kenaikan harga elpiji sumbang inflasi 0,3% |
|
SURAKARTA (bisnis.com): BI memperkirakan sumbangan kenaikan harga elpiji tabung 12 kg terhadap inflasi nasional pada 2009 mencapai 0,01% dan 0,3% pada 2010. |
|
Read more...
|
|
|
|
|
<< Start < Prev 1 2 Next > End >>
|
|
Page 1 of 2 |